Aku sedang mengagumi Rembulan malam ini, sama seperti malam-malam biasanya, tiba-tiba waktu berputar dengan cepat seperti satu helaan nafas. Rembulan tenggelam dan Matahari tepat berada diatas kepalaku dan Matahari berkata padaku : “Aku bosan melihat dirimu yang selalu mengagumi Rembulan pucat itu.. Bukankah aku lebih pantas untuk dikagumi ? Aku lebih terang, sinarku mampu memberi cahaya bagi kehidupan bumi. Aku seperti tak tercela,cahayaku menyeluruh pada semua sisi diriku. Aku yang memberi sedikit cahayaku untuk Rembulan”


